Category Archives: Mengenal Kanker Payudara

Paget’s disease (kanker payudara pada areola puting)

Keganasan payudara yang jarang terjadi, statistiknya hanya kurang dari 1% dari seluruh keganasan payudara. Kelainan tersebut terletak pada putting atau areola, beruba gatal dan sakit yang tidak sembuh pada daerah puting areola sehingga sering disebut sebagai eksim. Bila trauma tersebut berlanjut lama dapat menyebabkan keganasan hingga hilangnya puting. James Paget 1874 mengatakan bahwa erosi putting berhubungan dengan keganasan payudara. Keganasan tersebut sering disertai benjolan pada jaringan payudara.

Gambaran klinis

Keluhan keganasan pada daerah puting tersebut terjadi pada umur tua dibandingkan dengan keganasan payudara lainnya, yaitu pada umur rata-rata 58 tahun sedangkan keganasan payudara lainnya rata-rata pada umur 51 tahun. Gejala klinis pertama beruba gatal dan rasa terbakar disertai sakit pada putting yang sering hilang timbul atau menetap, walaupun diobati dengan zalep untuk dermatitis. Pada keadaan tersebut seharusnya menyadarkan kita untuk melakukan biopsy pada daerah yang dicurigai (kemerahan, kasar/tebal dan erosi pada puting atau areola) untuk memastikan kelainan tersebut. Sehingga dapat ditemukan sedini mungkin kelainan tersebut.  Beberapa ahli menyebutkan bahwa keterlambatan dalam membuat diagnosis keadan tersebut lebih lama dibandingkan keganasan payudara yang disertai benjolan, terutama bila kelainan hanya pada puting dengan rata-rata keterlambatan diagnosis 41 minggu.

Beberapa gambaran klinis dapat dibagi menjadi lima yaitu:

  1. Epitel puting merah dan kasar
  2. Erosi / luka pada puting
  3. Epitel putting merah dan kasar disertai tumor payudara
  4. Erosi/luka pada putting disertai tumor payudara
  5. Keganasan payudara disertai kelainan puting

Diagnosis

Dapat dilakukan biopsy pada daerah puting, areola atau tumor pada payudarayang dicurigai. Beberapa ahli menyebutkan biopsy dapat dilakuka dengan kerokan dari bagian yang dicurigai. Pada kasus yang disertai kelainan pada mammography atau USG yang mengarah kea rah keganasan pada jaringan payudara, pada daerah tersebut dapat dilakukan biopsy sehingga staging payudara dapat disamakan dengan keganasan payudara yang disertai dengan masa.

Terapi

Banyak perdebatan apakah akan dilakukan mastektomi (mengangkat seluruh jaringan payudara disertai pembersihan kelenjar getah bening pada daerah ketiak) atau masektomi dengan tidak membersihkan kelenjar getah bening pada ketiak atau hanya eksisi tumor dengan mempertahankan jaringan payudara (BCT).

ONKOPLASTI (Rekonstruksi payudara)

Kanker merupakan kata yang mengerikan untuk di dengar atau di rasakan, baik bagi yang menderita atau keluarga terdekat yang akan menanggungnya. Dan tidak ada setiap manusia atau ahli yang dapat memperkirakan bagaimana mencegah supaya kanker tidak tumbuh kambuh setelah diterapi atau tumbuh di keluarga yang lain. Karena ketidak tahuan tersebut kasus kanker akan semakin meningkat terutama dengan bertambahnya populasi dan pola hidup yang tidak baik. Setiap keluarga atau pasien yang di diagnosis kanker tentunya mulai merasakan bahwa umurnya sudah dekat dan mulai mempersiapkan kemungkinan penderitaan yang berkepanjangan dengan pengeluaran yang tidak bisa di ramalkan , yang tentunya dapat mengoncangkan seluruh ritme kehidupan sendiri atau keluarga. Khusus kanker pada wanita sebagian besar terletak pada lokasi yang merupakan body image atau daya tarik terhadap lawan jenisnya , sehingga menyebabkan sebagian besar akan enggan untuk datang ke dokter dengan kemungkinan operasi . Adanya keadaan demikian menyebabkan sebagian besar datang dengan keadaan lebih lanjut dengan segala resikonya. Semuanya ini tentunya merupakan lingkaran penderitaan yang berkepanjangan, baik dari segi kualita hidup atau biaya pengobatan yang akan di keluarkan.

Kemajuan terapi baik dari kemoterapi , hormonal , targeting , radiasi dan terapi lokal sejenisnya (cryoterapi, HIFU, RFA ) , Nano technology . Semua terapi tersebut seperti jauh dari harapan dengan segala resiko efek samping baik lokal , sistemik dan biaya cukup mahal . Apalagi bila di kombinasi , akan menimbulkan efek samping dan biaya semakin meningkat. Persis  seperti ramalan Richard Nixon , bahwa menangani kasus kanker memerlukan biaya cukup mahal . Brown dkkmeneliti pengualaran biaya untuk penangan kanker pada thn 1990 sekitar 96.126 billion U$ . Terdiri dari 27.458 billion U$ untuk pengobatan , 9.895 billionU$ untuk hilangnya sumber penghasilan, 58.773 billion U$ untuk santunan kematian. Semakin canggih dalam menangani kanker tentunya akan menghasilkan biaya yang semakin berlipat. Strategi yang ditawarkan bagaimana mengurangi biaya yang tinggi dan payudara tetap utuh dengan menemukan kanker lebih awal .

Tindakan onkoplasti merupakan tawaran yang sangat menjanjikan untuk mengurangi rasa gundah gulana pasien dengan membaguskan bagian tubuh yang terkena kanker atau bagian tubuh lain yang diperlukan untuk digunakan sebagai donor . Tindakan ini perinsipnya mengabungkan tehnik onkologi dalam eradikasi kanker dengan tehnik rekontruksi dari bagian tubuh yang terkena atau dari bagian tubuh lain yang bisa digunakan sebagai donor.

Atau dengan kata lain menggabungkan tehnik onkologi dengan tehnik body contour. Seperti diketahui beberapa insiden kanker terjadi pada tubuh yang sudah mulai berkurang elastisitasnya , misalnya :

-          Kanker payudara mulai timbul pada usia > 30 tahun , dimana payudara pada umur demikian sudah mulai terjadi penurunan payudara (ptosis payudara ) atau terjadi juga perubahan pada bagian tubuh lain yang siap digunakan sebagai donor. Daerah areola merupakan daerah yang bisa digunakan sebagai donor untuk membuat areola daerah sisi yang akan direkontruksi

-          Kanker kulit mulai nampak pada dekade 5 – 7 , dimana kulit pada umur sekian sudah mulai mengendor . Sehingga posisi kanker kulit pada lokasi tertentu dapat dilakukan terapi sekaligus mengencangkan kulit (rejuvinasi ) atau menambah (augmentasi ) bagian wajah yang kurang menarik dari kelebihan kulit sisi kontralateral.

-          Tumor parotis (adenoma pleomorfik) pada dekade ke 4 – 6 , kelebihan kulit daerah ini dapat digunakan untuk disain rejuvinasi wajah , menghilangkan cekung setelah parotidekmi , menghilangkan kemungkinan Frey’s syndrome.

Disain rekontruksi

Disain rekontruksi dipengaruhi oleh beberapa faktor , yang tentunya setiap  lokasi akan berbeda-beda  . Pada  daerah yang berbentuk piramid ( hidung , payudara ). Setiap lokasi defek pada daerah ini dapat dikoreksi dan scar dapat disembunyikan pada bayang-bayang , sehingga bekas luka operasi akan tidak terlalu jelas dan dikenal sebagai subunit daerah tersebut. Pada daerah datar (wajah ) untuk menyembunyikan scar luka operasi sangat susah, terutama bila direkontruksi. Pada daerah ini harus mengandalkan beberapa kombinasi dari RSTL , LME , tipe kerutan , tipe kulit , tipe subunit.  Seluruh disain ini  harus sudah dipertimbangkan sebelum operasi.  Beberapa faktor lain yang harus dipertimbangkan yaitu ;

-          Wajah  :

  1. Faktor kulit     : kerutan , elastisitas kulit
  2. Faktor tumor  : lebar tumor , lokasi tumor , lebar dari defek dan lapisan yang terkena bila dilakukan eksisi .
  3. Faktor dokter : kemampuan dokter dalam mendisain seluruh faktor tersebut
  4. Faktor pasien : keinginan pasien , komorbid , bentuk tubuh .
  5. Waktu rekontruksi  : immediate , delay

-          Payudara

  1. Faktorpayudara : Besarpayudara , bentukpayudara ( asimetris ,ptosis),subunit payudara , elastisitas kulit payudara
  2. Faktor tumor : Ukuran tumor , letak tumor , multisentris tumor, infiltrasikekulit, tipe histologi
  3. Faktordokter  :Ketrampilandokterdalammengolahsemuatehnik.
  4. Faktorpasien  : Keinginanpasien , bentuktubuh , komorbid
  5. Waktu rekontruksi : immediate , delayed immediate reconstruction , delay .

Ketakutan dalam melakukan eksisi kanker yang cukup luas akan melanggar kaidah-kaidah onkologi yang tentunya akan menyebabkan bencana bagi dokter dan pasien . Ini terjadi di karenakan ketidak tahuan di dalam meramu semua kekurangan dan kelebihan dari semua bagian tubuh yang ada.

Gynekomastia (payudara besar pria)

Gynekomastia atau istilah awamnya pembesaran payudara pada pria disebabkan oleh beberapa factor yaitu ketidakseimbangan antara hormone androgen (hormon pria) dan hormone estrogen (hormone wanita) dimana terjadi peningkatan hormone estrogen dan penurunan hormone androgen. Bila tidak diketahui penyebabnya disebut idiopatik (hormone yang terjadi karena peningkatan hormone ibu setelah lahir) yang umumnya lambat laun akan berkurang atau hilang.

Pembesaran payudara tersebut 60% terjadi pada remaja normal, insiden terbesar pada umur 10-60 tahun dan pada orang tua di atas 65 tahun. Pembesaran tersebut tentunya akan mengganggu bagi penderita terutama bila mengenakan pakaian olah raga at. au pada waktu mengenakan pakaian. Hanya 1% resiko ternjadinya keganasan. Pembesaran payudara pada pria ini disebabkan oleh beberapa factor:

  • Variasi fisiologis sehingga tidak memerlukan pengobatan
  • Pemakaian obat tertentu yang dapat merubah kesimbangan hormon tersebut sehingga bila pengobatan dihentikan diharapkan akan mengecilkan payudara

Pembesaran payudara pada pria bisa terjadi pada satu payudara atau keduanya.

Bagaimana membedakan apakah itu ganas atau tidak?

Pada yang ganas biasanya disertai dengan bagian yang keras, permukaan tidak rata. Perubahan warna kulit adanya pelekatan dengan jaringan sekitarnya, riwayat keganasan payudara pada keluarga sebelum menopause. Bila ditemukan gejala tersebut sebaiknya dilakukan biopsy.

Sedangkan pada yang jinak dapat berupa:

-peningkatan diameter areola (diameter pada puting susu)

-pembesaran payudara sehingga menyebabkan perubahan pada bentuk dada

-pembesaran yang disertai dengan terbentuknya lipatan mammary, sehingga menyerupai payudara wanita

-pembesaran payudara yang disertai gambaran ptosis (putting areola komplek yang turun) payudara, puting dan areola bisa terletak di atas atau dibawah lipatan mammary. Cara membedakannya adalah ketika muda, puting menghadap ke depan, setelah bertambah umur menghadap ke bawah.

-Asymetri(bentuk payudara yang tidak sama) hal ini terjadi karena memang bakatmya atau bisa juga karena penyakit/tumor.

Tindakan apa yang harus dilakukan?

Terapi! Tergantung dari lamanya kondisi tersebut berlangsung. Pada kasus baru dan kurang dari satu tahun, dimana pembesaran payudara masih terjadi pada fase aktif proliperatif, hal ini dapat dilakukan dengan obat. Obat yang sering digunakan adalah danazol, clomiphen, testolacton, tamoxipen. Tindakan operasi dapat pula dilakukan bila terapi obat gagal atau pasien menolak pengobatan yang berkepanjangan.  Prinsip operasi pada dasarnya menghindarkan scar operasi yang jelas, putting tidak cekung dan kemungkinan kambuh kecil.

****

Fibroadenoma mama (tumor jinak payudara)

Benjolan yang sering timbul akibat peningkatan hormone estrogen, beberapa kelainan tersebut sering diklasifikasikan dalam ANDI (aberrations of Normal Development and Involution) . Benjolan sering timbul pada usia 30 tahun dengan insidens tertinggi pada umur 15-35 tahun, berkurang kejadiannya dengan bertambahnya umur dan sangat sedikit ditemukan pada wanita menopause.

Benjolan biasanya berbentuk bulat, kenyal, permukaan rata, batas jelas dan dapat digerakan, tidak disertai rasa sakit. Jumlah benjolan bisa satu atau lebih dan bisa pada kedua payudara. Benjolan bila dibelah akan menonjol dari jaringan sekitarnya. Besar benjolan kurang dari 3 cm, bila lebih dari 10 cm sering disebut sebagai “giant fibroadenoma” dan dapat menyebabkan payudara menjadi tidak sama besar dimana bagian yang mengandung benjolan menjadi lebih besar. Pada keadaan tersebut, bisa dilakukan operasi dengan teknik reduksi sehingga kedua payudara dapat disamakan besarnya.

Beberapa ahli mengatakan bahwa benjolan jinak payudara disebakan karena ketidakseimbangan hormonal.  Benjolan juga sering membesar selama hamil, menyusui dan akan mengecil setelah berhenti menyusui atau setelah menopause. Oleh karena itu, pola hidup yang baik untuk mengurangi kemungkinan timbulnya kembali benjolan di antaranya dengan:

  • Olah raga
  • Diet rendah lemak, tinggi serat

Estrogen yang tinggi dalam darah merupakan factor resiko untuk terjadinya benjolan pada payudara, wanita yang diet rendah lemak dan tinggi serat didapatkan level estrogen yang rendah di dalam darah.

Beberapa factor yang dapat meningkatkan hormone estrogen:

-stress berkepanjangan

-makanan yang mengandung kopi, tea, soda, coklat, rokok, wine, cheese, peanut, jamur, dried fruits.

 

Efek Samping Kemoterapi

Salah satu ketakutan yang dihadapi penderita pasien kanker adalah pemberian kemoterapi yang berkepanjangan dengan efek samping yang diderita pasien, control teratur, masalah rutinitas control yang dapat mengganggu baik kegiatan di rumah atau di kantor dan persiapan biaya yang tidak sedikit.

Seperti pepatah mengatakan bahwa terjadi pertarungan yang besar antara pasien dengan kanker dan kehilangan payudara. Sebenarnya merupakan pertarungan kecil karena kehilangan payudara dapat direkontruksi dan pada payudara yang cukup besar masih bisa dipertahankan dengan operasi BCT. Pertarungan terbesar adalah bagaimana menenangkan pasien dari rasa takut terhadap penyakitnya misalnya bagaimana menenangkan pasien dari rasa ketakutan terhadap penyakitnya misalnya bagaimana memperkecil kemungkinan kekambuhan dengan memberikan terapi tambahan berupa radiasi atau kemoterapi dengan segala efek sampingnya (gangguan kesuburan, perubahan kearah keganasan akibat radiasi, fatigue bahkan kematian akibat gangguan jantung). Bagaimana mengatur pekerjaan atau masalah ekonomi yang secara mendadak harus disesuaikan dengan pengaturan kehidupan sehari-hari dan bagaimana karir selanjutnya. Beberapa komponen yang harus dilakukan:

  1. Edukasi terhadap pasien, keluarga berupa perencanaan dari mulai diagnosis, jenis operasi dan resiko terapi. Promosi gaya hidup sehat,  informasi cara efektif dalam menyeselesaikan dengan team kanker
  2. Pengawasan ketat terhadap penyebaran kanker
  3. Intervensi
  4. Komunikasi
  5. Penelitian
  6. Dukungan terhadap pasien

Efek samping kemoterapi:

-Leukopeni, anemia, trombositopeni

-Trombosis

-Diare dan konstipasi

-Komplikasi rongga mulut

-Komplikasi paru

-Komplikasi jantung

-Rontok rambut

 -Fatigue

-Secondary cancer

-Efek neurokognitif